Kendala utama pegawai BMKG Klimatologi Jawa Timur adalah ketergantungan pada server internal untuk pencocokan data prakiraan cuaca yang seringkali lambat dan overload, sehingga menghambat proses pencatatan manual. Penelitian ini bertujuan untuk merancang aplikasi mobile Clima App guna mempermudah proses pencocokan data tanpa bergantung pada server internal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan lima tahapan metode Design Thinking: Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Tahap pengujian melibatkan 5 orang pegawai sebagai responden dengan menggunakan platform Maze untuk mengukur metrik usability dan kuesioner System Usability Scale (SUS) untuk persepsi pengguna. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah prototipe high-fidelity Clima App. Pengujian usability menunjukkan tingkat keberhasilan 100% pada semua tugas yang diberikan dan skor SUS rata-rata sebesar 83.5 yang masuk dalam kategori "Excellent". Meskipun demikian, teridentifikasi adanya misclick rate yang tinggi (hingga 21.4%) yang menandakan adanya masalah usability minor pada level antarmuka. Kesimpulannya, pendekatan Design Thinking berhasil menghasilkan prototipe tervalidasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna dan secara efektif menyelesaikan masalah inti ketergantungan server.
Copyrights © 2025