Kemajuan teknologi menghadapkan remaja pada tantangan terhadap media sosial dan paparan pornografi. Pendidikan seksual pada remaja merupakan upaya penting dalam menghadapi tantangan era digital, khususnya terkait dampak negatif media sosial dan paparan konten pornografi. Akses informasi yang terbuka melalui berbagai platform media sosial menjadikan remaja rentan terhadap penyimpangan pemahaman mengenai seksualitas. Kondisi ini dapat memicu perilaku seksual berisiko, penurunan kontrol diri, serta gangguan kesehatan mental. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang dampak negatif media sosial dan paparan pornografi. Kegiatan dilaksanakan pad tanggal 29 April 2025 pada siswa/i SMP di Kabupaten Pringsewu sebanyak 30 orang. Metode dengan ceramah dan Focus Group Duscussion (FGD). Kegiatan PkM dievaluasi dengan pre-test dan post-test. Hasil PkM menunjukkan sebelum diberikan Pendidikan seksual pengetahuan tentang dampak media sosial dan paparan pornografi sebesar 57,6% dan setelah diberikan pendidikan seksual meningkat menjadi 85,7%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman remaja tentang dampak negatif media sosial dan paparan pornografi. Melalui upaya ini diharapkan remaja mampu memahami batasan diri, berpikir kritis terhadap konten dari media sosial, serta membentuk sikap dan perilaku yang sehat, dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2025