Prevalensi stunting di Indonesia masih tinggi, sementara akses layanan kesehatan bayi yang terjangkau masih terbatas. Di sisi lain, potensi kader kesehatan perempuan dapat dioptimalkan melalui penguatan kapasitas teknis dan kewirausahaan untuk menghadirkan layanan berbasis rumah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Tujuan utama program ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam memberikan layanan home care baby spa sebagai upaya menurunkan prevalensi stunting melalui pendekatan berbasis komunitas. Program pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan analisis kebutuhan, pelatihan teknis pijat bayi dan hidroterapi sederhana, serta pelatihan kewirausahaan yang mencakup manajemen usaha dan pemasaran digital. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan, serta observasi langsung selama praktik untuk menilai peningkatan keterampilan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kapasitas kader. Sebelum pelatihan, mayoritas peserta berada pada kategori kurang, sementara setelah pelatihan sebagian besar mencapai kategori baik dan terampil. Kader juga berhasil menyusun rencana usaha sederhana serta mulai memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi layanan. Efektivitas pendekatan partisipatif dalam meningkatkan kapasitas teknis dan kewirausahaan kader. Peningkatan keterampilan dan pengetahuan tidak hanya berdampak pada aspek individu, tetapi juga berpotensi memperluas akses layanan kesehatan bayi di tingkat komunitas serta memperkuat peran perempuan dalam wirausaha kesehatan. Program ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas kader melalui pelatihan teknis dan kewirausahaan dapat menjadi strategi yang relevan untuk mendukung penurunan prevalensi stunting dan memperkuat ketahanan keluarga melalui layanan kesehatan bayi berbasis komunitas.
Copyrights © 2025