Kesepian merupakan fenomena psikologis yang sering dialami mahasiswa perantau akibat keterpisahan dari keluarga, keterbatasan jaringan sosial, serta tuntutan adaptasi akademik. Kondisi ini dapat berdampak negatif pada kesehatan mental, kesejahteraan psikososial, dan pencapaian akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau strategi koping yang digunakan mahasiswa perantau dalam menghadapi kesepian, baik adaptif maupun maladaptif. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menelaah artikel jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan dalam rentang waktu 2015–2025. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa terdapat tiga kategori utama strategi koping yaitu emotion-focused coping, problem-focused coping dan technology-based coping. Secara keseluruhan, strategi koping adaptif seperti dukungan sosial, self-compassion, dan keterlibatan dalam komunitas terbukti efektif menurunkan kesepian, sedangkan strategi maladaptif seperti isolasi sosial dan penggunaan teknologi berlebihan justru memperburuk kondisi. Oleh karena itu, hasil tinjauan ini merekomendasikan perguruan tinggi untuk mengembangkan intervensi psikososial yang menekankan keterampilan koping adaptif, penguatan dukungan sebaya, serta literasi digital agar mahasiswa mampu memanfaatkan teknologi secara sehat.
Copyrights © 2025