Pembelajaran mempunyai kedudukan strategis dalam membentuk generasi yang pintar, berkarakter, serta sanggup mengalami kompleksitas kehidupan warga modern. Dalam konteks sistem pembelajaran nasional, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) menempati posisi berarti sebab berperan meningkatkan pengetahuan, perilaku, serta keahlian sosial siswa supaya sanggup jadi masyarakat negeri yang baik serta bertanggung jawab. Tetapi demikian, pendidikan IPS di sekolah kerap mengalami tantangan, mulai dari keterbatasn sarana, dominasi aspek kognitif, sampai rendahnya atensi terhadap keahlian berpikir kritis. Keadaan ini menuntut terdapatnya pembaruan pendekatan yang lebih relevan. Salah satu alternatifnya merupakan pendekatan interdisipliner yang memadukan bermacam cabang ilmu sosial semacam sosiologi, ekonomi, sejarah, serta geografi, sehingga siswa sanggup memandang fenomena sosial secara holistik. Di antara cabang ilmu tersebut, sosiologi membagikan donasi besar lewat kerangka analitis buat menguasai dinamika sosial, interaksi antarmanusia, dan pergantian sosial yang terjalin di area dekat. Relevansi perspektif sosiologi terus menjadi nyata dalam konteks MAN 1 Lubuklinggau, di mana siswa terletak pada fase pertumbuhan sosial yang lingkungan dan mengalami tantangan globalisasi serta pertumbuhan teknologi. Oleh sebab itu, analisis menimpa pendekatan interdisipliner dalam pembelajaran IPS dengan menekankan perspektif sosiologi berarti buat dikaji selaku upaya tingkatkan mutu pendidikan sekalian membekali siswa dengan kepekaan sosial serta keahlian berpikir reflektif.
Copyrights © 2025