Rendahnya pemahaman pelaku UMKM terhadap konsep branding strategis serta belum optimalnya pemanfaatan potensi lokal menjadi tantangan utama di Kelurahan Warugunung, Surabaya. Padahal, wilayah ini memiliki aset lokal seperti Banana Park yang belum diintegrasikan secara efektif ke dalam identitas produk. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman branding melalui pendekatan edukasi partisipatif berbasis potensi lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa pre-test dan post-test menggunakan skala Likert, observasi, dokumentasi, dan wawancara terhadap 40 pelaku UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya membangun narasi lokal, diferensiasi produk, serta pemanfaatan media digital dalam strategi branding. Edukasi partisipatif terbukti mendorong keterlibatan aktif peserta dan membentuk kesadaran kritis terhadap pentingnya identitas merek yang otentik dan kontekstual. Simpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang melibatkan potensi lokal dan interaksi langsung dapat menjadi solusi efektif dalam pemberdayaan UMKM secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025