Latar Belakang: Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan pada anak yang harus mendapat perhatian. Stunting ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dari rata-rata usia anak yang seharusnya. Stunting dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak dan anak mudah mengalami resiko penyakit seperti obesitas. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara karakteristik responden, budaya dan pemberian MPASI dini dengan kejadian stunting. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan cross Sectional, serta menggunakan kuesioner ataupun angket sebagai instrumen. Tehnik sampling yang digunakan merupakan tehnik non probalility sampling dengan jenis purposive sampling dengan jumlah sampel 62 responden. Analisis menggunakan chi square dengan nilai p Value < 0.05. Hasil: Tidak ada hubungan pedidikan ibu dengn kejadian stunting dengan hasil nilai analisis yang diperoleh p value= 0,094. Ada hubunan pekejaan ibu dengan kejadian stunting dengan nilai p value = 0,007. Tidak ada hubungan usia ibu dengan kejadian stunting dengan nilai p value = 0.953. Ada hubungan budaya dengan kejadian stunting dengan nilai p value yang peroleh 0,000. Ada hubungan pemberian MPASI dini dengan kejadian stunting dengan nilai p value = 0,000. Kesimpulan: tidak ada hubungan pendidikan ibu dan usia ibu dengan kejadian stunting. Ada hubungan pekerjaan ibu, budaya dan pemberian MPASI dini dengan kejadian stunting.
Copyrights © 2023