Penelitian ini menginvestigasi peran sepak bola dalam pembentukan kepribadian dan interaksi sosial anak-anak dalam berbagai konteks budaya dan sosial. Tujuan utama penelitian adalah untuk memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana aktivitas sepak bola mempengaruhi perkembangan sosial anak-anak dan implikasinya dalam konteks pendidikan dan pengembangan anak. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi fenomena ini melalui partisipasi aktif anak-anak dalam klub atau program sepak bola di sekolah. Partisipan terdiri dari anak-anak berusia 8 hingga 12 tahun yang telah terlibat dalam sepak bola selama minimal satu tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan selama latihan dan pertandingan, diskusi kelompok terfokus, serta dokumentasi lapangan. Analisis data menggunakan pendekatan koding tematik dan analisis naratif untuk mengidentifikasi perubahan kepribadian, peningkatan interaksi sosial, dan pengembangan keterampilan sosial melalui aktivitas sepak bola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bermain sepak bola memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan keterampilan sosial anak-anak, seperti kerja tim, komunikasi efektif, dan manajemen konflik positif. Interaksi dalam tim juga memperkuat hubungan sosial dengan teman sebaya, yang berkontribusi pada pembentukan identitas dan rasa harga diri mereka. Selain itu, sepak bola sebagai alat integrasi sosial memungkinkan anak-anak untuk memahami dan menghargai perbedaan budaya dan norma sosial, sambil memperkuat identitas mereka melalui peran dalam tim. Sepak bola bukan hanya kegiatan fisik semata, tetapi juga merupakan sarana yang efektif untuk pengembangan keterampilan sosial, emosional, dan integrasi budaya pada anak-anak. Penelitian ini menyoroti pentingnya mendukung partisipasi anak-anak dalam aktivitas sepak bola sebagai bagian dari pendekatan holistik dalam pembangunan karakter dan kesiapan sosial mereka.
Copyrights © 2025