Film Joker menceritakan perjalanan Arthur Fleck secara perlahan bertransformasi menjadi Joker. Menelusuri sisi kelam Arthur dan mengungkap tragedi yang membentuknya menjadi Joker. Film yang disutradarai oleh Todd Phillips ini memiliki pacing yang kontras dalam membangun berbagai macam emosi pada filmnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan dan penyajian data pacing menggunakan konsep three act structure untuk menunjukan pengaruh pacing pada setiap plot point dalam film Joker.Pacing kontras terbentuk dengan menggabungkan pacing cepat dan lambat. Pacing terbentuk melalui rate of cutting, rate of movement dan rate of overall change. Pacing cepat terbentuk melalui rate of cutting dengan banyak frekuensi cutting point membuat durasi shot menjadi pendek. Pacing cepat juga dapat terbentuk melalui rate of movement dengan pergerakan cepat karakter dan kamera pada suatu shot yang menunjukan banyak peristiwa. Pacing cepat membangun intensitas ketegangan, atmosfir yang mencekam dan surprise. Pacing lambat terbentuk melalui frekuensi cutting point yang sedikit, membuat durasi shot menjadi panjang. Pacing lambat juga dapat dibangun melalui rate of movement dengan pergerakan karakter dan kamera yang lambat. Pacing lambat membangun dan memperkuat emosi, dialog yang intens dan suspense pada filmnya.
Copyrights © 2025