Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) pada Kurikulum Merdeka menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan literasi peserta didik di Indonesia. Kurikulum Merdeka menonjolkan cakupan yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada literasi baca tulis, melainkan juga mencakup literasi numerasi, karakter, dan moral. Perbedaan utama dengan kurikulum lainnya adalah fokus pada pengembangan karakter peserta didik sebagai bagian integral dari gerakan literasi. Fleksibilitas pendekatan dalam implementasi GLS memberikan kebebasan kepada guru untuk merancang pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik, sementara kurikulum lainnya lebih terstruktur dan diarahkan oleh pedoman yang jelas. Sumber bacaan dalam GLS Kurikulum Merdeka mencakup berbagai format, memberikan keleluasaan kepada guru untuk memilih sesuai dengan minat dan kebutuhan peserta didik. Implementasi GLS telah dilakukan di beberapa sekolah, seperti SDN Karangasem I Surakarta dan SDN Poris Gaga 6 Kota Tangerang, dengan melibatkan tahapan perencanaan, pengembangan, dan pembelajaran. Meskipun terdapat beberapa aspek yang belum optimal, upaya implementasi GLS diharapkan dapat efektif dan berkontribusi positif terhadap pengembangan literasi di Indonesia.
Copyrights © 2024