Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi daya terima masyarakat terhadap rolade ayam dengan penambahan daun singkong pada berbagai tingkat substitusi (0%, 20%, 30%, dan 40%). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada popularitas rolade sebagai salah satu produk olahan daging yang digemari masyarakat Indonesia, yang dibuat dari campuran daging ayam, tepung, telur, dan bahan-bahan lainnya, dibungkus dengan telur dadar, dan dikukus. Penambahan daun singkong dilakukan untuk meningkatkan nilai gizi serta memberikan variasi pada produk rolade. Metode penelitian yang digunakan adalah uji organoleptik untuk menilai aspek rasa, tekstur, aroma, dan penampilan dari rolade yang diuji, dilanjutkan dengan uji deskriptif, uji analisis, uji hipotesis, dan uji ANOVA dua arah. Penelitian ini menggunakan rancangan blok lengkap dengan 30 responden sebagai subjek uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rolade dengan penambahan 30% daun singkong (X3) mendapatkan skor tertinggi (101), diikuti oleh rolade dengan 20% daun singkong (X2) dengan skor 95, dan rolade dengan 40% daun singkong (X4) dengan skor 81. Sementara itu, rolade tanpa penambahan daun singkong (X1) mendapatkan skor paling rendah (60). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penambahan daun singkong pada rolade ayam hingga tingkat 30% memberikan daya terima yang paling tinggi di kalangan masyarakat.
Copyrights © 2024