Siapa yang bilang bahwa guru-guru kita tidak kreatif? Siapa yang bilang bahwa rutinitas guru kita telah menghancurkan kreativitas? Dan siapa yang bilang kreativitas tersebut hanya dimiliki oleh para dosen di perguruan tinggi? Guru kita, baik guru SD, SLTP, SMU maupun SMK ternyata banyak yang kreatif; hal ini terbuktikan pada Lomba Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran (LKGP) Nasional yang peme-nangnya diumumkan bersamaan Peringatan Hari Guru baru-baru ini.      Kali ini, LKGP sudah memasuki tahun kedua. Sebenarnya LKGP serupa esensinya dengan lomba kreativitas karena penilaian terhadap karya guru lebih terfokus pada sejauh mana sang guru dapat mengembangkan kreativitas (plus loyalitas) dalam proses belajar mengajar di kelas dan/atau di luar kelas kepada peserta didiknya. Penilaian lomba tidak ditekankan pada sejauh mana guru mengembangkan konsep-konsep akademis di dalam tataran teoritik; akan tetapi lebih difokuskan pada pengalaman mengajar dan/atau pengalaman mengembangkan lembaga pendidikan itu sendiri dari aspek-aspek yang edukatif.      Hampir 1.500 guru mengirimkan tulisan tentang pengalamannya kepada panitya di tingkat nasional. Tahun ini Departemen Pendidikan sebagai penyelenggara bersama Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) sebagai sponsor sempat menyediakan hadiah yang menarik, setidak-tidaknya bagi para guru, antara lain berupa rumah (27 unit), ongkos naik haji bagi yang beragama Islam atau dana sepadan bagi keperluan sejenis bagi yang beragama nonislam, uang tunai, mesin ketik, dan sebagainya. Namun begitu hadiah-hadiah itu bukan satu-satunya daya tarik bagi guru untuk mengikuti lomba; buktinya tahun lalu ketika be-lum ada hadiah "seaduhai" itupun peserta lombanya banyak pula.      Apabila guru-guru kita tidak banyak yang kreatif; mana mungkin pihak penyelenggara dapat mengumpulkan naskah empirik yang sede-mikian banyak.
Copyrights © 1997