Secara implisitis judul makalah ini, "Efektivitas Pengajaran Nilai-Nilai Nasionalisme Melalui Jalur Pendidikan Formal" yang disampaikan dalam seminar nasional yang diselenggarakan Yayasan Pendidikan Islam Nasima di Graha Santika Hotel hari ini, menyimpan dua permasalahan sekaligus; masing-masing ialah tentang nilai-nilai nasionalisme serta pendidikan formal. Selanjutnya dua permasalahan ini terelasikan di dalam suatu konsep hubungan yang akan dicandra efektivitasnya. Apakah jalur pendidikan formal, (masih) efektif untuk mengajarkan nilai-nilai nasionalisme?        Pertanyaan tersebut menjadi penting dan aktual, mengingat akhir-akhir ini sangat sering muncul berbagai peristiwa sosial yang mengindikasi melunturnya nilai-nilai nasionalisme. Peristiwa Maluku misalnya, terjadinya konflik horisontal antaretnik dan antaragama jelas-jelas mencerminkan ketidak-kokohan nilai-nilai nasionalisme di kalangan orang-orang yang terlibat konflik, baik dalam skala indi-vidu maupun kelompok. Seandainya saja kekokohan nilai itu dapat dipertahankan maka konflik yang banyak merenggut korban tentu dapat dihindarkan.        Berbicara tentang nasionalisme sama halnya dengan berbicara mengenai kebangsaan; dan kebangsaan itu sendiri merupakan jiwa dan semangat kebersamaan dari sekelompok orang untuk ber-bangsa (dan bernegara). Pertanyaan yang kemudian timbul dan menggelitik adalah, sejak kapan manusia Indonesia tumbuh jiwa dan semangatnya untuk berbangsa? Jawaban atas pertanyaan ini adalah, secara embrional sejak tumbuhnya wawasan kebangsaan Indonesia. Â
Copyrights © 2001