Secara umum status sosial dan ekonomi masyarakat Cina Daratan belumlah setinggi Hong Kong. Masih banyak orang miskin di Cina, sebaliknya jumlah orang miskin di Hong Kong jumlahnya relatif amat sedikit. Di samping didasarkan pada berbagai studi ilmiah maka keadaan ini secara sepintas juga dapat dilihat dari penampilan masyarakat sehari-hari di berbagai kota.       Apabila di Hong Kong hampir tidak ada lagi orang naik sepeda untuk keperluan bisnisnya maka pemandangan orang beramai-ramai mengurus bisnis dengan naik sepeda ini sangat mudah dilihat pada berbagai kota di Cina; misalnya saja di Shanghai, Guangzhou, Xian, dsb, bahkan juga termasuk di ibu kota Beijing. Pemandangan seperti ini lebih gampang lagi ditemukan di kota-kota kecil, di samping juga di daerah pedesaan. Memang, nampaknya sepeda merupakan simbol kultural bagi masyarakat Cina; akan tetapi disamping itu banyak orang yang menyatakan bahwa sepeda kini merupakan lambang kemiskinan masyarakat Cina.       Kota-kota di Cina pada umumnya secara fisik juga terkesan lebih kumuh daripada kota-kota di Hong Kong. Di samping itu masyarakat Cina pada umumnya terkesan tidak seintelek masyarakat Hong Kong; meskipun kami tidak bermaksud mengatakan masyarakat Cina lebih bodoh daripada masyarakat Hong Kong.     Kalau World Economic Forum (WEF) dalam publikasi ilmiahnya baru-baru ini mendudukkan Hong Kong pada urutan kedua dalam hal kemampuan daya saing ekonomi negara di pasar internasional maka lembaga itu mendudukkan Cina pada urutan di atas 30 dari 49 negara yang ditelitinya. Memang sangat jauh terpautnya. Keadaan ini sebe-narnya dapat menunjukkan bahwa secara ekonomi Cina masih sulit bersaing dengan Hong Kong.
Copyrights © 1996