ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1999: HARIAN SUARA KARYA

SEKOLAH DI LUAR NEGERI, HARUSKAH DILARANG?

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
22 May 2010

Abstract

       Meskipun pintu pendidikan tahun 1998  baru saja ditutup,  bukan berarti segala permasalahan pendidikan di tahun 1998 telah terselesaikan. Ternyata masih banyak permasalahan pendidikan yang sampai kini belum mendapat penyelesaian dan kepastian yang jelas; salah satu di antaranya adalah soal pemikiran pelarangan anak-anak Indonesia untuk belajar di luar negeri.       Seperti diketahui beberapa waktu yang lalu Presiden B.J. Habibie telah meminta pada Pak Juwono Sudarsono selaku menteri pendidikan beserta segenap jajarannya untuk mengkaji kemungkinan dilarangnya anak-anak Indonesia untuk belajar di luar negeri di tingkat TK, SD, SMU dan SMK.  Ada dua pertimbangan tentang pemikiran pelarangan ini; yang pertama menyangkut pertimbangan ekonomi dan yang kedua menyangkut pertimbangan sosial budaya.  Secara ekonomik "larinya" anak-anak Indonesia ke luar negeri itu sama dengan membawa uang kita ke luar negeri,  sementara itu secara sosial budaya dikhawatirkan anak-anak yang sejak dini belajar di luar negeri dapat kehilangan jati dirinya sebagai anak Indonesia.       Pelarangan tersebut, kalau kemungkinannya ada, tentu tidak akan diberlakukan bagi anak-anak staf diplomatik dan/atau anak-anak yang orang tuanya memang menetap di luar negeri baik secara permanen maupun semipermanen.       Pemikiran yang sempat menimbulkan sikap pro dan kontra,  baik di kalangan civitas pendidikan maupun di kalangan orang tua tersebut, sampai kini belum ada kepastian yang jelas.  Masyarakat kita belum mengetahui kebijakan akhir yang diambil pemerintah kita;  apakah pe-larangan itu benar-benar diberlakukan, atau tidak ada pelarangan sama sekali sebagaimana dengan kebijakan yang sudah-sudah,  apakah sebe-lum ada pelarangan dimulai dengan himbauan, atau pemikiran tersebut dibiarkan mengambang sampai orang melupakannya.

Copyrights © 1999