Bandar udara sebagai pelayanan publik harus memiliki kinerja yang baik untuk memenuhi standar operasional agar pengguna merasa puas. Bandar udara Kertajati baru beroperasi sehingga peningkatan mutu operasional bandar udara menjadi perhatian utama untuk menunjang kinerja yang dapat memenuhi standar pelayanan operasional. Dalam rangka evaluasi kinerja, maka diperlukan pengukuran kinerja operasional untuk Divisi Pelayanan Operasi Bandar Udara Kertajati. Namun, belum tersedianya alat pengukuran kinerja yang baik akan mengakibatkan hasil pengukuran kinerja operasional tidak dapat memberikan hasil yang baik pula. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menetapkan pedoman pengukuran, pembuatan hierarki, dan rancangan kinerja operasional di Bandara Internasional Kertajati menggunakan Balanced Scorecard, AHP, dan metode OMAX. Metodologi penelitian mencakup penetapan ukuran kinerja berbasis Balanced Scorecard, penyusunan hierarki menggunakan AHP, dan perancangan pengukuran kinerja dengan metode OMAX di bandara internasional. Penelitian ini menetapkan ukuran kinerja operasional Bandara Kertajati dengan prioritas tertinggi pada perspektif pelanggan (55,40%), diikuti finansial (19,40%), internal (18,20%), dan pertumbuhan pembelajaran (6,90%). Temuan ini memberikan kerangka evaluasi kinerja yang terukur dan sistematis. Hasilnya menjadi dasar strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan bandara. Dari sudut pandang praktis, penerapan BSC membantu pengelolaan bandara di Indonesia merumuskan strategi yang komprehensif, menetapkan sasaran yang jelas, dan menyesuaikan layanan serta operasional dengan kebutuhan pelanggan dalam menghadapi tantangan global.
Copyrights © 2024