Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Fuad Hassan dalam merespon kritik dan sinyalemen tentang menurunnya kualitas pendidikan di negara kita secara "gentlemen" pernah mengkomunikasikan bahwa masalah fenomena menurunnya mutu pendidikan sepenuhnya adalah menjadi tanggung jawab Depdikbud.          "Statement" seperti tersebut di atas selanjutnya diterima oleh sebagian anggota masyarakat sebagai sebuah "pembenaran" terhadap fenomena merosotnya kualitas pendidikan sebagaimana banyak dipolemikkan akhir-akhir ini. Akibatnya mereka kemudian mencoba mencari-cari "siapa" atau "lembaga apa" diantara komponen Depdikbud yang dianggap paling banyak menanamkan andil terhadap fenomena "dekadensi kualitas" ini.          Tidak pelak lagi IKIP sebagai lembaga pendidikan tinggi pencetak guru akhirnya mendapatkan "tuduhan" atau semacam keharusan untuk ikut bertanggung jawab terhadap    gejala kemerosotan kualitas.          Garis logikanya adalah cukup sederhana, dan rasional pula. Salah satu faktor yang dipandang cukup dominan terhadap fenomena kemerosotan kualitas pendidikan menengah adalah rendahnya kualitas tenaga pendidik. Karena tenaga pendidik merupakan hasil produksi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK); SPG, SGO, SGPLB, IKIP, FKIP, dsb, maka lembaga ini sudah selayaknya untuk ikut    menanggung "dosa".Â
Copyrights © 1987