Kaum âAad, ditegaskan pula dalam surat Huud ayat 53-57 : Kaum âAad berkata: âHai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sesembahan-sesembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu. Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimuâ. Hud menjawab : âSesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari yang kamu persekutukan. Dari selain-Nya, sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku. Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhanku. Tidak ada binatang melatapun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus. Jika kamu berpaling,maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu. Dan Tuhanku mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu, dan kamu tidak dapat membuat mudharat kepada-Nya sedikitpun. Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha Pemelihara segala sesuatuâ.  Dalam surat Al Aâraaf ayat 70-71 : Mereka berkata : âApakah kamu datang kepada kami agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh bapak-bapak kami? maka datangkanlah azab yang kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benarâ. Ia berkata : âSungguh sudah pasti kamu akan ditimpa azab dan kemarahan dari Tuhanmuâ. Apakah kamu sekalian hendak berbantah dengan aku tentang nama-nama (berhala) yang kamu dan nenek moyangmu menamakannya, padahal Allah sekali-kali tidak menurunkan hujjah untuk itu? Maka tunggulah (azab itu), sesungguhnya aku juga menunggu bersama kamuâ. Kaum Hud yang kaya dan perkasa yang sedang menunggu janji Allah tersebut mulai diberi cobaan dengan kekeringan, langit tidak lagi menurunkan hujan. Kekeringan itu tidak mengubah kaum Hud untuk menyembah Allah, mereka tetap saja menyembah berhala. Akhirnya datanglah azab dari Allah. Al Qurâan surat Al Haqqah ayat 7 menyebutkan : Adapun kaum âAad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang. Yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus maka kamu lihat kaum âAad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk)            Sedangkan orang-orang dari kaum âAad yang menyembah Allah SWT diselamatkan seperti firman Allah surat Hud ayat 66-68 : Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Hud dan orang-orang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat. Dan itulah kisah kaum âAad mengingkari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran). Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan begitu pula di hari kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum âAad itu kafir kepada Tuhan mereka. Ingatlah kebinasaan bagi kaum âAad (yaitu) kaum Hud itu (Hud : 66-68).
Copyrights © 2008