Tujuan penelitian ini adalah untuk menyajikan sejumlah argumen tentang pentingnya membangun keilmuan akuntansi berbasis nilai-nilai budaya lokal daerah Gorontalo. penelitian ini menggunakan paradigma Islam dengan jensi metode kualitatif. hasil kajian menunjukkan bahwa pertama, pada praktiknya masyarakat Gorontalo mengimplementasikan akuntansi berbasis nilai-nilai kearifan lokal berupa tolong menolong (huyula), belas asih (motoliango), kerukunan (rukuno), musyawarah (dulohupa), mufakat (heluma), dan keimanan pada Sang Pencipta. Kedua, akuntansi kegorontalo yang dipraktikkan oleh masyarakat setempat bertolak belakang dengan akuntansi barat yang hidup dengan nilai materialisme, egoisme, utilitarian, dan sekularisme. Ketiga, akuntansi kegorontaloan saat ini tengah berada oleh himpitan pengadopsian, pengimplementasian, dan pengembangan akuntansi barat. Keempat, membangun akuntansi kegorontaloan bukan sekadar penting namun mendesak untuk dilakukan dengan tujuan untuk melestarikan nilai-nilai budaya Gorontalo. Kesimpulan dari kajian ini adalah membangun akuntansi kegorontaloan penting dilakukan hal tersebut disebabkan untuk melestarikan nilai-nilai budaya lokal.
Copyrights © 2024