Articles
Mohe Dusa: Konstruksi Akuntansi Kerugian
Thalib, Mohamad Anwar
Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (802.357 KB)
The purpose of this study is to construct loss accounting practice by traditional tranders in Gorontalo. This research uses spiritual paradigm. The approach used is Islamic ethnometodology. The stages of data analysis are amal; ilmu; iman; informasi wahyu, and ihsan (amiiin). The results of study found three loss accounting practices; first, reducing the amount of cake sales; second, barter system; third, distributing cakes to local residents. These accounting practices are driven by spirit of patience, tolerance, mutual help, and sharing. These spirits live because of fear of sinning (mohe dusa).
Akuntansi potali: membangun praktik akuntansi penjualan di pasar tradisional (studi etnometodologi islam)
Mohamad Anwar Thalib;
Supandi Rahman;
Mei K. Abdullah;
Yulia Puspitasari Gobel
Jurnal Akuntansi Aktual VOLUME 8, NOMOR 1, FEBRUARI 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um004v8i12021p025
AbstractThis study aims to construct the efforts of traders to conduct sales accounting practices in traditional market Gorontalo. Research in sales accounting based on local wisdom is important to maintain the accounting sustainability in Indonesia. Islamic ethnomethodology is the approach used in this research. There are 5 stages of data analysis comprising of: amal, ilmu, iman, informasi wahyu, and ihsan (amiiin). The research finds two ways of selling accounting practices which are bargaining and giving bonus cake. These methods are driven by the spirits of Gorontalo Islamic culture, patience, persistence, and brotherhood. The spirits exist because the sellers have demand on income that represents blessing from God. The findings of this research are important because the existence of sales accounting based on Gorontalo’s cultural values have been successfully explored and proven.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk merumuskan cara pedagang di pasar tradisional Gorontalo mempraktikkan akuntansi penjualan. Penelitian akuntansi penjualan berbasis kearifan lokal penting untuk dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelangsungan akuntansi di Indonesia. Etnometodologi Islam adalah pendekatan yang digunakan dalam riset ini. Terdapat 5 tahap analisis data yaitu: amal, ilmu, iman, informasi wahyu, dan ihsan (amiiin). Hasil penelitian menemukan dua cara praktik akuntansi penjualan yaitu: tawar menawar dan memberikan bonus kue. Kedua cara tersebut digerakkan oleh semangat budaya Islam Gorontalo berupa kesabaran, kegigihan, dan persaudaraan. Semangat tersebut hidup karena para penjual ingin mendapatkan rejeki yang merupakan berkah dari Tuhan. Temuan riset ini penting karena berhasil menggali serta menunjukkan keberadaan akuntansi penjualan berbasis nilai budaya Gorontalo.
AKUNTANSI “HUYULA” (KONSTRUKSI AKUNTANSI KONSINYASI BERBASIS KECERDASAN INTELEKTUAL, EMOSIONAL, SPIRITUAL DAN SOSIAL)
Mohamad Anwar Thalib
(JRAMB) Jurnal Riset Akuntansi Mercu Buana Vol 5, No 2: November 2019
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (726.192 KB)
|
DOI: 10.26486/jramb.v5i2.768
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkonstruksi akuntansi konsinyasi berbasis IESSQ. Paradigma yang digunakan oleh penelitian ini adalah spiritualis. Etnometodologi Islam dipilih sebagai pendekatan untuk mengkonstruksi akuntansi konsinyasi. Terdapat lima tahapan analisis data yaitu amal, ilmu, iman, informasi wahyu dan ihsan. Hasil penelitian menemukan bahwa praktik akuntansi konsinyasi berawal dari kecerdasan spiritual (SQ) berupa tolong-menolong. Kecerdasan spiritual ini kemudian membentuk rasa (kecerdasan emosional/EQ) belas asih, amanah dan tolong menolong. Kecerdasan intelektual (IQ) dari praktik akuntansi konsinyasi berupa menerima, menjual dan mendapatkan keuntungan merupakan bentukan dari SQ dan EQ. IESQ pada akhirnya menggiring terbentuknya amal sosial (kecerdasan sosial/SQ) yaitu praktik akuntansi konsinyasi berbasis nilai tolong-menolong (huyula).
Pelatihan Desain Riset Akuntansi Budaya Menggunakan Metode Kualitatif
Mohamad Anwar Thalib
Komunal Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Scimadly Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (578.166 KB)
|
DOI: 10.55657/kjpm.v1i1.17
Pelatihan ini berangkat dari permasalahan tentang minimnya kajian akuntansi budaya menggunakan metode kualitatif. Hal ini sebagaimana data di tahun 2020 tentang jumlah riset akuntansi budaya menggunakan metode kualitatif yang diterbitkan dalam jurnal terakreditasi nasional hanya berjumlah 17 dari 3.692. Sementara itu, hal mendesak lainnya untuk melakukan pelatihan ini adalah untuk mengakomodir minat dari para mahasiswa jurusan Akuntansi Syariah dalam melakukan penelitian akuntansi budaya menggunakan metode kualitatif. Terdapat tiga metode pelatihan yaitu; penjelasan materi, ilustrasi, dan pelatihan. Evaluasi dilakukan dengan tiga tahapan yaitu tahap pendahuluan, pelaksanaan, dan hasil pelatihan. Hasil menunjukkan bahwa pada tahap pendahuluan ditemukan 9 dari 25 mahasiswa jurusan akuntansi syariah yang berminat mengangkat tema riset akuntansi budaya menggunakan metode kualitatif. Pada tahapan pelaksanaan ditemukan bahwa minat untuk melakukan riset akuntansi budaya masih terhalang dengan minimnya pemahaman mereka tentang desain riset kualitatif. Pada tahapan hasil pelatihan ditemukan bahwa para peserta telah memahami dan mampu mendesain riset akuntansi budaya menggunakan metode kualitatif. Rekomendasi untuk pelatihan selanjutnya adalah pelatihan tentang pendekatan teori-teori sosial untuk riset akuntansi budaya.
Pelatihan Teknik Pengumpulan Data dalam Metode Kualitatif untuk Riset Akuntansi Budaya
Mohamad Anwar Thalib
Seandanan: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Seandanan: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/seandanan.v2i1.29
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang teknik pengumpulan data dalam metode kualitatif untuk riset akuntansi budaya. Pemateri membagi sesi pelatihan menjadi lima bagian yaitu; pretest, penjelasan materi, ilustrasi, posttest, dan pelatihan, Evaluasi dilakukan melalui dengan dua cara; pertama, pretest dan post test; dan kedua, evaluasi hasil lembar jawaban pelatihan. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa; pertama, terdapat peningkatan pemahaman peserta tentang teknik pengumpulan data dalam metode kualitatif; kedua, peserta telah mampu menerapkan konsep teknik pengumpulan data dalam riset akuntansi budaya.
KONSTRUKSI PRAKTIK AKUNTANSI TOLOBALANGO: STUDI ETNOMETODOLOGI ISLAM
Mohamad Anwar Thalib;
Widy Pratiwi Monantun
EL MUHASABA: Jurnal Akuntansi (e-Journal) Vol 13, No 2 (2022): EL MUHASABA
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18860/em.v13i2.12915
The aim of the study is to construct accounting practices at the Gorontalo engagement ceremony. This research uses an Islamic paradigm with an Islamic ethnomethodology approach. There are five stages of data analysis; amal, ilmu, iman, informasi wahyu, and ihsan (amiiin). The results of the study find that there are two ways that the Gorontalo community practiced accounting at the tolobalango ceremony; avoid non-material losses and finance the implementation of tolobalango. Both practices are driven by the spirit of mutual help (huyula) and kinship (o'ngalaa).
Motoliango sebagai wujud Akuntansi di Upacara Tolobalango Gorontalo
Mohamad Anwar Thalib
Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 24 No 1 (2022): Jurnal Bisnis dan Akuntansi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34208/jba.v24i1.1051
The purpose of this study is to understand accounting practices at the tolobalango ceremony. This research comes from concerns about the adoption, learning, and implementation of accounting which is not from Indonesia. This condition is getting worse with the lack of accounting studies based on national cultural themes. This situation has potential to eliminate accounting practices that are required by the values of local wisdom. Therefore, this research seeks to explore, formulate, and preserve accounting practices that live in the spirit of the nation's wealth values. This study uses an Islamic paradigm with an Islamic ethnomethodology approach. The results of the study find three ways in which the people of Gorontalo practiced accounting; firstly receiving wages; secondly receive dowry, wedding expenses, and consumption costs; the third record accounting in memory. These are based on the spirit of local wisdom in the form of sincerity (ihilasi), trustship (amana:ti), and trust (paracaya). This spirits are essentially a manifestation of love (motoliango) both among others and also to the Creator (God).
Mosukuru: Sebagai Wujud dari Metode Pencatatan Akuntansi oleh Pedagang di Pasar Tradisional Gorontalo
Mohamad Anwar Thalib;
Widy Pratiwi Monantun
Akuntansi : Jurnal Akuntansi Integratif Vol. 8 No. 1 (2022): Volume 8 Nomor 1 April 2022
Publisher : Prodi Akuntansi UIN Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29080/jai.v8i1.816
This study aims to construct the method of accounting records by traders in traditional markets. This study uses an Islamic paradigm with an Islamic ethnomethodology approach. There are five stages of data analysis; amal, ilmu, iman, informasi wahyu, and ihsan (amiiin). The results of the study find that there are two methods of accounting records; first, record expenses on paper and in memory; second, record profits on paper and in memory. Both methods are driven by gratitude (sukuru) for the income given by God.
Potret Keuntungan Pedagang Buah Berbasis Nilai Budaya Islam di Gorontalo
Mohamad Anwar Thalib;
Anggun Fitra N. Mohamad;
Cindriyati Ibrahim;
Maryam S. Ahaya;
Amelia Ijini
Sigmagri Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32764/sigmagri.v2i01.713
ABSTRACT This research departs from the problem of the lack of research on accounting based on local wisdom compared to modern accounting research. This situation makes local accounting increasingly marginalized and even has the opportunity to disappear and be replaced by modern accounting. This study aims to understand the practice of profit accounting based on Islamic cultural values in Gorontalo. The method used is qualitative with four informants who are fruit traders. The data analysis method used is Miles and Huberman model data analysis. The results show that fruit traders experienced a decline in profits due to the COVID-19 pandemicc. Profits earned from trading fruit are used to meet personal needs and share with people in need in the form of alms. Profit sharing is driven by their awareness of "behind the benefits obtained are the rights of others". In the Islamic culture of Gorontalo, sharing among others is a value that parents (the elders) often convey through the expression (lumadu) “delo tutumulo lambi (like the life of a banana). The meaning of this expression is a statement of life that has benefited many people. Keywords: profit, culture, Gorontalo, Fruit traders ABSTRAK Penelitian ini berangkat dari permasalahan tentang minimnya riset tentang akuntansi berbasis kearifan lokal dibandingkan dengan riset akuntansi modern. Keadaan tersebut menjadikan akuntansi kedaerahan semakin terpinggirkan bahkan berpeluang hilang dan digantikan oleh akuntansi modern. Penelitian ini bertujuan untuk memahami praktik akuntansi keuntungan berbasis nilai budaya Islam Gorontalo. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan informan yang berjumlah empat orang pedagang buah. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis data model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pedagang buah mengalami penurunan keuntungan akibat pandemic covid 19. Keuntungan yang diperoleh dari berdagang buah digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan berbagi pada orang-orang yang membutuhkan dalam bentuk sedekah. Berbagi keuntungan digerakkan oleh kesadaran mereka tentang “dibalik keuntungan yang didapatkan terdapat hak orang lainâ€. Dalam kebudayaan Islam Gorontalo, berbagi diantara sesama merupakan sebuah nilai yang orang tua (tua-tua) sering sampaikan melalui ungkapan (lumadu) “delo tutumulo lambi (seperti kehidupan pisang). Makna ungkapan ini adalah pernyataan kehidupan yang telah memberikan manfaat kepada orang banyak. Kata-kata kunci: keuntungan, budaya, Gorontalo, Pedagang buah
O Nga:Laa sebagai Wujud Akuntabilitas Biaya Pernikahan Gorontalo
Mohamad Anwar Thalib
Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Jur. Akuntansi, Politeknik Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33795/jraam.v5i1.011
This study aims to formulate a form of accountability for the cost of marriage on the part of women in Gorontalo. This research uses spiritual paradigm. The approach used is the Islamic ethnometodology. The results found that a sense of kinship is the accountability practices beginning for marriage costs. This sense constructs cost accountability practice by thinking of using costs, covering the lack of costs, beautifying, and showing the wedding situation. These actions are driven by spirits of trust, kinship, respect, and mutual trust. This spirits live by the gift of kinship given by God.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk merumuskan bentuk akuntabilitas biaya pernikahan dari pihak wanita di Gorontalo. Penelitian ini menggunakan paradigma spiritual dengan pendekatan etnometodologi Islam. Hasil penelitian menemukan bahwa rasa kekeluargaan merupakan awal dari praktik akuntabilitas biaya pernikahan. Rasa ini kemudian membentuk empat praktik akuntabilitas berupa memikirkan penggunaan biaya, menutupi kekurangan biaya, memperindah pelaksanaan pernikahan, dan memperlihatkan pelaksanaan pernikahan. Keempat bentuk tersebut digerakkan oleh semangat amanah (ama:nati), kekeluargaan (o nga:laa), menghargai (moharaga), dan saling percaya (pa;paracayawa). Semangat ini hidup dengan nikmat kekeluargaan (o nga:laa) yang diciptakan oleh Tuhan.