ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007

SEKOLAH BISNIS TERBAIK (2)

Suyanto, Mohammad (Unknown)



Article Info

Publish Date
08 Nov 2009

Abstract

PUASA mengajarkan manusia lebih cerdas secara fisik, yaitu orang yang mempunyai kemampuan menjaga jasmaninya dan jiwanya tetap sehat dan fit. Menurut Cooper dan Sawaf, motivasi dapat dirumuskan sebagai berikut: M = (En x Tn) - (Tg x Kl). M merupakan motivasi, En melambangkan energi, Tn menunjukkan ketenangan, Tg menggambarkan ketegangan dan Kl menyimbolkan keletihan. Semakin besar energi dan ketenangan seseorang dan semakin kecil ketegangan dan keletihan seseorang atau semakin sehat dan fit seseorang akan menyebabkan motivasinya semakin besar. Orang-orang dahulu menganggap puasa sebagai keistimewaan hidup. Pengaruh puasa sangat besar terhadap kesehatan dan kekuatan tubuh manusia. Puasa sangat terkenal di kalangan agama Mesir kuna dan agama-agama kuna lainnya yang diturunkan dari langit. Socrates dan Plato selalu berpuasa sepuluh hari pada setiap beberapa bulan. Pendeta-pendeta Nasrani pada abad pertengahan menganggap puasa sebagai pengobatan sangat ampuh untuk penyakit syaraf. Ibnu Sina, seorang dokter bangsa Arab sering mewajibkan pasien-pasiennya berpuasa selama tiga minggu dan menganggap puasa merupakan faktor sangat penting untuk mengobati berbagai penyakit. Di Institut Fasten Jerman, membuktikan bahwa puasa secara kaidah Islam dapat membongkar timbunan penyakit yang ada dalam tubuh manusia. Para ahli penyakit jiwa dari Jepang menyimpulkan bahwa puasa dapat mengobati penyakit tekanan jiwa. Demikian pula dokter ahli penyakit dari Perancis telah menyembuhkan lebih dari 2500 pasiennya dengan puasa. Ahli Biokimia dari Rusia, Vladimir Nikitin telah melakukan percobaan terhadap dua kelompok tikus, yaitu kelompok tikus yang dipuasakan dan kelompok tikus yang tidak dipuasakan. Hasilnya, tikus yang dipuasakan rata-rata usianya dapat mencapai 4 tahun dan yang tidak dipuasakan hanya mencapai 2,5 tahun. Percobaan ini dilanjutkan pada manusia dan ternyata puasa dapat mengurangi proses pelapukan tulang dan menjadikan manusia yang berpuasa tulangnya tidak mudah lapuk atau awet muda. Hal ini senada dengan Dr Carloson, yang menjadikan puasa sebagai terapi awet muda. “Tidak diragukan lagi, puasa adalah salah satu cara yang sangat ampuh untuk menghilangkan mikroba yang di antaranya adalah mikroba disentri karena puasa mengandung pemunahan terhadap sel-sel lalu membangunnya kembali,” kata Robert Partolo, seorang dokter ahli penyakit desentri dari Amerika. Dr Alan telah membuktikan bahwa terapi puasa dapat menyembuhkan penyakit kencing manis dan Dr Ganz selalu menganjurkan pasiennya untuk melakukan terapi puasa. “Sesungguhnya saya lebih meyakini bahwa puasa mampu menyembuhkan setiap penyakit yang tidak mampu disembuhkan oleh pengobatan-pengobatan lainnya,” kata Bernard McPadan, tokoh budaya olah badan dari Amerika. “Puasalah agar kamu menjadi sehat”, sabda Rasulullah Saw.

Copyrights © 2007