Sejarah Tamansiswa tak dapat dilepaskan dari Ki Hadjar Dewantara yang bernama kecil R.M. Soewardi Soerjaningrat. Ketika belajar di STOVIA Jakarta (1905), ia bergaul dengan teman-teman yang menjadi tokoh pergerakan nasional Indonesia, dan secara langsung memperoleh pengalaman berorganisasi secara modern.        Ki Hadjar adalah pengurus Boedi Oetomo (1908) seksi propaganda; dan juga membantu gerakan Sarekat Islam (1911). Pada tahun 1912 bersama Tjipto Mangoenkoesoema dan Dauwes Dekker, Ki Hadjar mendirikan Indische Partij (IP). Tahun 1913 membentuk Komite Bumi Poetera; dan sepulang dari tanah pembuangan di Belanda ia pun segera membentuk dan memimpin Nationaal Indische Partij (NIP) sebagai sekretaris jenderalnya.        Pada tahun 1922, tepatnya tanggal 3 Juli 1922, Ki Hadjar mengubah media perjuangan dari politik ke jalur pendidikan. Itulah sebabnya pada tanggal tersebut ia mendirikan dan memimpin Nationaal Instituut Onderwijs Tamansiswa (Perguruan Nasional Tamansiswa) yang sangat terkenal dengan wawasan kebangsaannya.Â
Copyrights © 2008