Sastra berperan sebagai ekspresi manusia dalam bentuk pengalaman, pikiran, perasaan, gagasan, nafsu dan keyakinan, dalam bentuk gambar konkret yang membangkitkan daya tarik alat bahasa. Dalam perkembangan ilmu teknologi yang diikuti dengan perkembangan sastra, istilah sastra digital sangat akrab dengan penulis sejak tahun 2000-an. Sastra digital dimanfaatkan oleh para sastrawan dari kalangan manapun untuk membagikan hasil tulisannya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi komputer dan internet. Tak sedikit karya sastra digital yang awalnya berasal dari suatu peron tertentu yang kemudian mengalami perkembangan dan meraih kepopuleran. Era sastra digital ini melahirkan penulis-penulis populer yang banyak diminati oleh para generasi milenial. Misalnya pada karya berupa Semesta Alternatif milik Dhia’an Farah yang berasal dari platform Twitter, kemudian mengalami alih wahana menjadi sebuah novel, hingga diangkat ke dalam bentuk film. Artikel yang disusun dengan metode kepustakaan ini hendak membahas riwayat perkembangan dan kepopuleran dari karya sastra berjudul Dikta & Hukum yang menjadi salah satu hasil daripada sastra digital era modern.
Copyrights © 2025