Penggunaan leksikon dalam konsep ibadah tentu memiliki ciri khas dan makna tersendiri sesuai latar belakang sejarah, budaya, dan bahasa. Aliran keronahian Sapta Darma merupakan salah satu aliran termuda di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap leksikon konsep ibadah dalam kacamata penganut aliran kerohanian Sapta Darma. Jenis penelitian tergolong dalam kualitatif dengan menerapkan pendekatan antropologis linguistik guna menelaah fenomena penggunaan bahasa dalam masyarakat yang dipengaruhi unsur budaya. Dasar teori menggunakan semantik oleh Abdul Chaer untuk menganalisis makna dari data yang diperoleh. Data berupa leksikon konsep ibadah, sedangkan sumber data berupa informan penganut dan mantan pengurus aliran kerohanian Sapta Darma di wilayah Pare, Kediri. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah adanya implementasi leksikon yang merujuk pada klasifikasi dalam tiga konsep, yaitu konsep ketuhanan yang berjumlah lima (5) leksikon, konsep peribadatan yang berjumlah delapan belas (18) leksikon, dan konsep interaktivitas yang berjumlah empat (4) leksikon. Kata kunci: leksikon, konsep ibadah, aliran kerohanian Sapta Darma.
Copyrights © 2025