Jamur tiram putih merupakan komoditas holtikultura sayuran yang bergizi tinggi dan berpotensi untuk dikembangkan. Permintaan jamur tiram putih yang tinggi menjadikan prospek yang baik bagi usahatani jamur tiram. Usahatani jamur tiram putih tidak membutuhkan lahan yang luas tetapi membutuhkan suhu dan kelembapan khusus. Usahatani jamur tiram putih cukup mudah untuk dijalankan dan hasil panennya bisa langsung dijual. Namun, tidak sedikit petani jamur yang mengalami kendala selama proses produksinya. Provinsi Jawa Timur menyumbang sebesar 55% dari keseluruhan total produksi jamur tiram putih yang ada di Indonesia. Salah satu daerah penghasil jamur tiram di Provisi Jawa Timur adalah Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan. Petani jamur di daerah tersebut mengalami kendala adanya risiko produksi pada usahataninya sehingga menyebabkan penurunan pada hasil produksi. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat risiko, sumber risiko, dan strategi mitigasi risiko yang efektif dilakukan petani jamur tiram di Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis koefisien variasi (CV) dan analisis House of Risk (HOR). Peneliti menggunakan metode total sampling dalam menentukan sampel yang digunakan pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh nilai koefisien variasi (CV) sebesar 0,25. Artinya nilai 0,25 < 0,5 maka risiko yang dihadapi petani dalam kategori rendah. Terdapat 3 sumber risiko prioritas pada usahatani jamur tiram yang teridentifikasi. Diperoleh 5 aksi mitigasi prioritas yang dapat dilakukan petani untuk memitigasi ketiga risiko prioritas tersebut..
Copyrights © 2025