Sewaktu mendapatkan waktu luang pada saat memperoleh tugas luar (di kota lain) penulis menyempatkan diri berjalan-jalan sekedar untuk menikmati indahnya kota tersebut. Setelah agak capai berjalan dan perut mulai minta diperhatikan, kemudian mampirlah disebuah Resaurant atau tepatnya rumah makan yang tidak terlalu mewah.Belum lagi pesanan makanan dan minuman sampai diatas meja, masuklah seorang bocah kecil yang menawarkan jasa untuk membersihkan dan menyemir sepatu. Walau sepatu kami masih kelihatan bersih dan mengkilat (minimal untuk ukuran penulis) namun hati kecil ini tidak tega menolak tawaran jasa dari si anak tadi. Dengan cekatan sepatu dibawa keluar untuk kemudian dibersihkan dan dimengkilatkan, sepintas nampak keprofesionalan kerja si anak tersebut.Begitu urusan dengan rumah makan selesai dan waktu penulis akan meninggalkan maka secara naluriah terlontarlah beberapa pertanyaan pada si anak tadi. Apa masih punya orang tua? Kenapa harus bekerja berat? Apa masih sekolah? Kelas berapa? Dimana? Dan sebagainya.Jawaban yang diberikanpun hampir sama dengan dugaan penulis. Masih sekolah, kelas IV Sekolah Dasar, pagi sekolah dan sore bahkan sering sampai malam bekerja (sebagai tukang semir rumah makan), masih punya orang tua, harus bekerja karena penghasilan orang tua serba terbatas, dsb.
Copyrights © 1983