Modul pembelajaran matematika yang digunakan di sekolah masih bersifat umum dan belum mengintegrasikan budaya lokal Aceh, sehingga kurang relevan dengan konteks kehidupan siswa. Hal ini berdampak pada rendahnya pemahaman konsep matematika karena siswa kesulitan mengaitkan materi dengan pengalaman nyata mereka. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi urgen untuk mengembangkan modul berbasis etnomatematika yang tidak hanya meningkatkan hasil belajar, tetapi juga melestarikan budaya lokal dalam proses pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Modul Pembelajaran Matematika. Metode yang digunakan dalamĀ pengembangan (R&D) yaitu model ADDIE yang mencakup lima tahapan: analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Produk yang dikembangkan berupa modul pembelajaran berbasis etnomatematika pada materi himpunan untuk siswa SMP Negeri 3 Susoh. Hasil validasi dari ahli media menunjukkan tingkat kelayakan sangat tinggi dengan skor 85% dan hasilĀ validasi dari ahli materi mencapai 91%. Hasil tes siswa menunjukkan peningkatan pemahaman dengan rata-rata nilai 85, dan angket respon siswa menunjukkan tingkat penerimaan sangat baik sebesar 84%. Modul ini terbukti efektif dan menarik dalam mendukung pembelajaran matematika yang kontekstual dan berakar pada budaya lokal.
Copyrights © 2025