ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN

MUSIBAH KEBOCORAN EBTANAS

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
16 May 2010

Abstract

       Dikarenakan ulah sekelompok oknum yang tidak bertanggung jawab,  baik yang ada di "dalam" maupun yang "luar" departemen,  maka semakin terpuruklah  reputasi departemen pendidikan nasional kita. Kebocoran soal-soal Ebtanas di SMU yang terjadi di wilayah DKI Jakarta,  meskipun peristiwa ini bukan untuk pertama kalinya, benar-benar telah meluluhlantakkan nama baik departemen yang berslogan tut wuri handayani itu.       Mengapa hal itu bisa terjadi? Ya, karena Ebtanas merupakan  sistem; dan sistem secanggih apapun tetap mengandung kelemahan. Dan salah satu bentuk kelemahan Ebtanas adalah kebocoran. Jadi, sesungguhnya kebocoran Ebtanas  bukanlah sesuatu yang aneh dan ajaib; meski hal ini tidak dimaksudkan sebagai "excuse". Kebocoran Ebtanas merupakan hal yang lumrah; meski tetap saja musibah.       Apalagi,  semenjak beberapa tahun  yang terakhir ini sistem Ebtanas mulai  dikembangkan dari sentralisasi menjadi desentralisasi yang lebih rawan terhadap bahaya kebocoran.  Kalau dalam sistem sentralisasi dulu  maka proses instrumentasi dari proses pembuatan soal sampai penggandaan dan pendistribusian dilakukan oleh Jakarta, utamanya Balitbang Depdiknas. Jadi katup kebocoran hanya ada satu di Jakarta.  Sekarang,  dalam sistem desentralisasi materi soal digandakan di daerah sehingga katup kebocoran bertambah banyak.        Lepas dari itu semua,  kebocoran soal-soal Ebtanas  memang banyak membawa kerugian;  baik bagi pemerintah, sekolah, maupun masyarakat  khususnya siswa dan orang tua siswa.  Secara material beaya yang diperlukan untuk mengulang Ebtanas tentu tidak kecil,  dan boleh jadi justru lebih banyak daripada beaya Ebtanas awalnya karena penyelenggaraan Ebtanas ulangan itu  memerlukan keamanan yang lebih ketat. Kerugian nonmaterial tentu dirasakan oleh banyak orang saat ini; banyak siswa yang tidak konsentrasi belajar, orang tua tidak tenang,  banyak pejabat tidak nyenyak tidur,  dsb. Itu semua adalah bentuk kerugian nonmaterial.Error by Repeatation

Copyrights © 2000