Kritik tajam yang pertama sekali muncul ketika saya mempresentasikan paper tentang Prospek Universitas Terbuka di Indonesia dalam sebuah seminar terbatas, atau lebih tepatnya dalam sebuah diskusi kelas, adalah berkisar pada masalah kemandirian mahasiswa.      Salah satu diantara kekurangan yang dimiliki oleh bangsa Asia pada umumnya, termasuk Indonesia, adalah sifat ketergantungan yang cukup besar kepada orang lain.   Demikian besarnya sifat ketergantungan ini tidak jarang telah menyebabkan terhambatnya perkembangan kemandirianmereka. Sifat paternalistik tentu saja sangat memberikan andil bagi terhambatnya kemandirian ini.      Universitas terbuka (UT) sebagai manifestasi da-ri upaya untuk memberikan pelayanan pendidikan tinggi kepada masyarakat dengan menerapkan sistem belajar dan mekanisme akademik yang termasuk baru di Indonesia, adalah menuntut kemandirian mahasiswa secara mutlak. Tanpa memilki sifat mandiri, jangan diharapkan seorang mahasiswa akan dapat menyelesaikan studi.      Meskipun sifat mandiri ini diperlukan pula dalam menempuh pendidkan biasa (reguler), tetapi dalam sistempendidikan terbuka ini akan lebih dominan.
Copyrights © 1987