Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami sejauh mana pendidikan karakter dapat berkontribusi dalam mengatasi bullying di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif agar dapat menggambarkan secara rinci bagaimana pendidikan karakter diterapkan dalam upaya pencegahan bullying. Penelitian ini mengumpulkan data kualitatif dengan menggunakan metode observasi langsung, wawancara mendalam dengan para responden terdiri dari kepala sekolah, wali kelas, dan siswa kelas V serta dokumentasi di SDN Parumasan. Berdasarkan hasil penelitian siswa kelas V mengalami perilaku bullying baik secara fisik maupun verbal. Guru menggunakan berbagai strategi untuk mengatasi perilaku bullying, termasuk memberi nasihat, menegur, dan memberikan hukuman yang mendidik. Sekolah telah menerapkan pendidikan karakter kepada siswa kelas V melalui pendekatan yang berfokus pada suasana budaya sekolah, kelas dan lingkungan masyarakat. Pendidikan karakter kelas dilakukan dengan membiasakan siswa berdoa sebelum dan setelah proses pembelajaran, menghormati guru, menanamkan disiplin, dan mendorong siswa untuk berperilaku baik. Upacara bendera, Shalat Dhuha, senam, kolaborasi, dan kegiatan memperingati hari besar adalah contoh pendidikan karakter budaya sekolah. Pendekatan masyarakat memungkinkan orang tua dan komite sekolah untuk berpartisipasi secara aktif dalam acara seperti bakti sosial.
Copyrights © 2025