Perbincangan klasik mengenai matematika di SD selalu menggelitik kapan pun waktunya; hal ini disebabkan karena belum memuaskannya prestasi matematika siswa SD baik di forum lokal, nasional maupun internasional. Sayang seribu sayang, perbincangannya lebih terwarnai oleh berbagai keluhan daripada pengedepanan opini solutif maupun aktivitas-aktivitas konkret yang mendorong semakin berprestasinya siswa itu sendiri. Â Â Â Â Â Â Â Harus diakui bahwa prestasi matematika siswa SD memang belum memuaskan, untuk tidak menyatakan menyedihkan. Pada tingkat lokal sesekali dilaksanakan lomba matematika antarsiswa; dan hasilnya banyak yang belum menggembirakan. Â Â Â Â Â Â Â Beberapa waktu lalu, suatu lembaga kematematikaan di Yogyakarta mengadakan lomba matematika untuk SD, SMP dan SMA yang diikuti oleh 450-an siswa âterpilihâ dari D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah. Penulis bangga menyaksikan banyaknya anak-anak yang cukup antusias mengikuti lomba ini. Namun, begitu melihat hasilnya rasa kebanggaan itu menjadi kurang optimal. Â Â Â Â Â Â Â Mari kita perhatikan data konkretnya sbb: pada babak awal lomba, pencapaian nilai rata-rata (mean) peserta SD hanya 25,7 untuk rentang 0 s/d 45; atau kalau dikonversi ke dalam rentang konvensional 0 s/d 10 maka skor yang dicapai peserta SD hanya 5,7. Artinya siswa SD peserta lomba tersebut rata-rata hanya mampu mencapai nilai 5,7 dari nilai maksimal 10,0. Tentu saja angka ini jauh dari harapan peserta dan penye-lenggara lomba itu sendiri.
Copyrights © 2004