Perilaku prososial penting dikalangan remaja agar dapat berinteraksi dan diterima dalam lingkungan sosial, akan tetapi pada kenyataannya masih banyak siswa yang belum mencerminkan perilaku prososial di lingkungan sekolah seperti kurangnya kerja sama dan tolong menolong antar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku prososial pada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Responden penelitian adalah siswa SMAN 1 Enam Lingkung tahun ajaran 2024/2025 sebanyak 712 orang. Dengan sampel sebanyak 256 orang yang dipilih menggunakan teknik stratifed random sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen angket model skala likert. Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku prososial siswa berada pada kategori tinggi dengan persentase (77,5%). Artinya siswa memilki perilaku prososial yang baik antar sesama manusia lainnya. Pemabahasan fokus kepada aspek-aspek perilaku prososial dan implikasi terhadap layanan Bimbingan dan Konseling.
Copyrights © 2024