ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1985: MINGGUAN MINGGU PAGI

MENYUSUN INDIKATOR SKALA BONAFIDITAS PT SWASTA

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
13 Jun 2010

Abstract

       Ledakan besar pernah terjadi pada tahun 1983 dimana sebanyak 230.900 calon mahasiswa baru harus berjuang mati-matian untuk memperebutkan sekitar 16.000 kursi pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Apabila kita hitung secara matematis maka akan kita dapati ratio kuantitatif antara jumlah peserta testing dengan jumlah yang diterima sebesar 1:14. Artinya, dari setiap 14 calon hanya seorang saja yang diterima menjadi warga baru PTN.       Ratio kuantitatif yang terlalu besar sebagai akibat dari keterbatasan daya tampung PTN disatu pihak serta membengkaknya peminat PTN dilain pihak.       Pada tahun 1984 angka ratio tersebut berhasil diperbaiki menjadi 1:6,5,  dari sekitar 483.000 calon yang memperebutkan 73.652 kursi.  Hal ini terjadi oleh karena sejak tahun lalu kita memiliki Universitas Terbuka (UT) yang memiliki daya tampung yang sungguh luar biasa.       Dengan melihat perubahan angka ratio tersebut barangkali kita dapat berbangga diri,  akan tetapi kalau kemudian kita lihat perkembangan dahsyat jumlah calon dari tahun ke tahun tentu,  sementara peningkatan daya tampung PTN relatif kecil, maka kita semakin yakin bahwa jumlah calon yang gagal masuk PTN dari tahun ke tahun akan menunjukkan grafik yang menanjak dan menanjak lagi.

Copyrights © 1985