ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT

MENGGABUNGKAN SPMB DENGAN UN

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
26 Apr 2010

Abstract

Sabtu tanggal 5 Agustus 2006 ini hasil ujian tulis Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) PTN di Indonesia akan diumumkan secara serentak. Menurut rencananya pula, dari 300-an ribu peserta SPMB sebagai kandidat mahasiswa baru, kurang dari 100 ribu yang akan diterima. Itu artinya akan lebih banyak peserta yang gagal dibanding yang berhasil melewati “etape” pertama menjadi mahasiswa PTN.        Kalau kita berkata jujur, sebenarnya yang gagal maupun yang berhasil menembus SPMB sama-sama “lelah”. Pada kebanyakan orang, untuk dapat mempersiapkan ujian tulis SPMB yang baik tentu diperlukan konsentrasi dan stamina ekstra; padahal sebelumnya mereka sudah berkonsentrasi dan mengeluarkan stamina ekstra pada waktu menempuh Ujian Nasional (UN). Jadi hitung punya hitung peserta SPMB setidaknya harus dua kali berkon-sentrasi dan mengeluarkan stamina ekstra.        Untuk mengurangi “kelelahan” tersebut muncullah gagasan mengga-bung SPMB dengan UN. Kalau hal ini bisa dilakukan maka konsentrasi dan stamina anak muda Indonesia peserta SPMB tentu bisa dihemat, belum lagi dana milyaran rupiah untuk penyelenggaraan kedua momentum akademis tersebut juga dapat dihemat.        Gagasan tersebut di atas tentu amat bagus; masalahnya apakah gagasan yang amat bagus tersebut bisa dibenarkan?

Copyrights © 2006