Jurnal Ketahanan Nasional
Vol 12, No 3 (2007)

Konsep "ComphrehenSive Security" Dan Ketahanan Nasional

Muladi . (Unknown)



Article Info

Publish Date
19 Dec 2016

Abstract

Istilah "comphrehensive security" muncul seiring dengan berakhirnya Perang Dingin sekitar tahun 1988, yang berseberangan dengan harapan masyarakat dunia yang mengharapkan dengan penuh optimisme munculnya perdamaian internal dan antar negara, berkurangnya kekerasan dan tegaknya ketertiban dunia di bawah kendal PBB. Namun yang terjadi pada t.ahun 1990-an justru menimbulkan pertanyaan, karena yang muncul adalah kekerasan yang dilakukan oleh "non-state actors" seperti perang sauclara, genosida, konflik berdasar identitas, terorisme yang dipicu oleh frustasi akibat perasaan-perasaan kasenjangan sosial ekonomi, ketidakadilan, "xenophobia", ketidakamanan akibat globalisasi, separasi politik, tuntutan solidaritas agama, yang dimanipulasi oleh kaum ekstremis, fanatik, fundamentalis dan kelompok radikalis. (Muladi, 2006).

Copyrights © 2007