Penelitian ini mengkaji penerapan Bangkok Rules dalam penyediaan layanan kesehatan bagi narapidana perempuan di lembaga pemasyarakatan Indonesia. Bangkok Rules, yang diadopsi oleh PBB, dirancang untuk mengatasi kebutuhan khusus perempuan dalam sistem pemasyarakatan yang sebelumnya dirancang untuk laki-laki. Narapidana perempuan memiliki kebutuhan yang berbeda terkait kesehatan reproduksi, menstruasi, kehamilan, menyusui, dan pemulihan dari kekerasan seksual. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya penyediaan layanan kesehatan yang sebanding dengan yang tersedia di masyarakat, termasuk pemeriksaan kesehatan fisik dan mental, pencegahan dan penanganan penyakit menular, serta program rehabilitasi bagi perempuan yang mengalami penyalahgunaan zat adiktif. Dalam konteks Indonesia, penerapan Bangkok Rules memastikan bahwa hak-hak kesehatan narapidana perempuan dihormati, termasuk perlindungan privasi dan pencegahan diskriminasi gender. Hal ini mencakup layanan kesehatan reproduksi, pencegahan bunuh diri, serta akses terhadap dukungan psikologis dan program rehabilitasi. Hasil penelitian ini menekankan bahwa penerapan standar layanan kesehatan yang memadai bagi narapidana perempuan penting untuk meningkatkan kualitas hidup mereka selama masa tahanan.
Copyrights © 2024