Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ujaran yang mengandung tindak tutur direktif dalam komik Injustice: Gods Among Us volume 1, chapter 1 hingga 10, serta menilai kualitas terjemahannya berdasarkan parameter baku dalam penerjemahan, yaitu akurasi, keberterimaan, dan keterbacaan. Studi ini juga mengeksplorasi bagaimana kajian pragmatik dapat diterapkan dalam penerjemahan komik, khususnya dalam terjemahan tindak tutur direktif. Analisis dilakukan untuk menilai kesepadanan antara teks bahasa sumber dan teks bahasa sasaran, dengan fokus pada jenis tindak tutur yang muncul. Hasil penelitian menemukan 153 data ujaran direktif yang terbagi ke dalam beberapa kategori: requesting—meminta (7), memohon (4), menekan (4), dan mengajak (7); questioning—bertanya (12) dan menginterogasi (8); requiring—memerintah (26), menuntut (3), mengarahkan (4), menginstruksikan (7), mengatur (8), dan mensyaratkan (2); prohibiting—melarang (14); permitting—menyetujui (13), memberi wewenang (8), membiarkan (5), mengizinkan (6), dan memaafkan (5); serta advising—menyarankan (9). Seluruh data diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa pergeseran makna, menunjukkan tingkat akurasi, keberterimaan, dan keterbacaan yang tinggi dalam teks bahasa sasaran.
Copyrights © 2024