Pendidikan Islam memainkan peran vital dalam perkembangan budaya dan peradaban di Nusantara. Selama periode dari abad ke-7 hingga ke-13 Masehi, pendidikan Islam mengalami pertumbuhan pesat dan menjadi dasar utama dalam pembentukan masyarakat yang berpengetahuan. Kejayaan kerajaan-kerajaan Islam seperti Samudera Pasai, Demak, dan Aceh sebagai pusat politik, ekonomi, dan pendidikan menggarisbawahi hal ini. Sistem pendidikan Islam pada masa tersebut mencakup pengajaran Al-Qur'an, Hadis, Fiqh, serta ilmu lainnya seperti bahasa Arab dan matematika, dengan lembaga pendidikan utama berupa pesantren, dayah, dan surau. Dukungan dari penguasa dalam pembangunan masjid, madrasah, dan perpustakaan memperkuat peran pendidikan ini. Meskipun mengalami berbagai tantangan seperti kolonialisme dan modernisasi, sistem pendidikan Islam tetap bertahan. Penelitian mengenai pendidikan Islam pada masa kerajaan di Nusantara penting untuk memahami sejarah pendidikan di Indonesia dan relevansinya saat ini.
Copyrights © 2024