ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007

HAMEMAYU BAWANA

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
19 Apr 2010

Abstract

Baru saja saya “ditimbali” Kepala Bapeda DIY untuk menjadi nara sumber tunggal dalam focus group discussion membahas soal Rancangan Pembanguan Jangka Panjang (RPJP) DIY Tahun 2006-2025. Sebagai warga Indonesia yang baik, apalagi tinggal di wilayah DIY, tentu saya memenuhi “timbalan” tersebut; meskipun sebenarnya saya relatif sering terlibat dalam proses penyusunan RPJP tersebut.          Salah satu masalah yang menggelitik ialah disebutkannya filosofi yang mendasari pembangunan daerah Provinsi DIY, yaitu Hamemayu Hayuning Bawana, sebagai cita-cita luhur untuk mewujudkan tata nilai kehidupan masyarakat Yogyakarta berdasarkan nilai budaya.          Kalau kita mengacu Konsep Trihayu, sebenarnya ada tiga hayu yang merupakan satu kesatuan tindak langkah (kelompok) manusia; yaitu hame-mayu hayuning sarira, hamemayu hayuning bangsa, dan hamemayu hayuning bawana. Adapun maknanya ialah; berupaya sekuat tenaga agar karya yang dihasilkan bermanfaat untuk dirinya sendiri (sarira), bermanfaat untuk bangsa (bangsa), dan bermanfaat untuk manusia se dunia (bawana). Kalau dirasakan, filosofi ini sebenarnya bermakna sangat dalam.

Copyrights © 2007