Dalam bimbingan konseling, penerapan prinsip etika dan estetika sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan dan efektivitas intervensi. Dengan menganalisis literatur secara menyeluruh, penelitian ini meneliti bagaimana kedua prinsip tersebut diterapkan. Hasil artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis literatur. Selain itu, data dalam artikel ini disajikan tanpa perlakuan atau perubahan lainnya. Metode ini melibatkan pemeriksaan dokumen dari berbagai sumber, seperti buku, artikel jurnal, dan kode etik profesional. Hasil artikel menunjukkan bahwa prinsip- prinsip etika seperti kerahasiaan, kompetensi, dan keadilan memengaruhi hubungan terapeutik antara konselor dan klien. Selain itu, estetika, seperti interaksi empatik dan desain ruang konseling, membantu klien merasa nyaman dan terbuka saat berbagi masalah. Diharapkan penelitian ini akan membantu perkembangan profesional dan peningkatan kualitas layanan bimbingan konseling.
Copyrights © 2024