Jumlah perempuan yang bekerja sebagai pengemudi ojek online di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, meningkat, namun mereka kerap menghadapi stereotip masyarakat. Hal ini memengaruhi pembentukan konsep diri mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pembentukan konsep diri pengemudi ojek online perempuan di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, melalui pengaruh stereotip masyarakat. Penelitian ini menggunakan teori The Looking Glass Self, menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive, sementara data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasilnya menunjukkan bahwa pengemudi perempuan dilihat secara positif sebagai pekerja ojek online (imagining). Namun, stereotip muncul, menganggap mereka kurang berkembang, tetapi juga dihormati (interpreting). Akhirnya, respons mereka terhadap stereotip ini baik berupa rasa senang maupun sedih membantu proses pengembangan diri dan penyesuaian sosial (developing self-concept).
Copyrights © 2024