Artikel ini melaporkan hasil penelitian yang berkaitan dengan studi awal persepsi guru terhadap penerapan model kooperatif TGT di MTsN Semerah Kerinci Jambi. Kegiatan pembelajaran serta kendala-kendala yang dihadapi guru akan dilaporkan juga. Metode deskriptif kualitatif digunakan pada penelitian ini. Guru mata pelajaran IPA terpadu kelas VII MTsN Semerah merupakan sumber data pada penelitian ini. Data dikumpulkan berdasarakan hasil wawancara. Berdasarkan hasil analisis diperoleh informasi bahwa pengajaran IPA di MTsN Semerah Kerinci Jambi cenderung masih berpusat pada guru. Keadaan ini menyebabkan peserta didik menjadi kurang aktif. Pada proses pembelajaran, banyak peserta didik yang tidak berani dan cenderung malu ketika ingin mengemukakan pendapat sehingga berpengaruh pada hasil belajar. Fasilitas yang minim dan keterbatasan waktu juga ikut berkontribusi terhadap rendahnya aktivitas peserta didik saat pembelajaran. Responden juga menyatakan setuju jika diterapkan model pembelajaran kooperatif di kelas guna memberikan variasi dalam pembelajaran. Permasalahan yang ditemukan mendorong kreatifitas guru dalam pemilihan metode atau model pembelajaran yang mampu meningkatkan aktivitas pembelajaran serta memotivasi peseta didik. Model yang dimaksud seperti model pembelajaran kooperatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif belum dilaksanakan secara optimal di MTsN Semerah Kerinci Jambi . Temuan ini menegaskanpentingnya pelaksanaan penelitian lanjutan untuk mengoptimalkan penerapan model kooperatif bagi guru IPA di daerah pedesaan seperti Kerinci Jambi.
Copyrights © 2024