Korupsi adalah kejahatan serius yang merugikan negara dan mempengaruhi stabilitas sosial dan ekonomi. Kejaksaan, sebagai lembaga penegak hukum, memiliki peran penting dalam memberantas kejahatan ini, termasuk upaya pencarian dan penangkapan terpidana korupsi yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis peran intelijen kejaksaan dalam proses penelusuran dan penangkapan pelaku korupsi yang buron. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas pelacakan dan penangkapan terpidana korupsi DPO sangat bergantung pada penerapan peraturan yang jelas dan koordinasi yang baik antar instansi. Oleh karena itu, optimalisasi peran intelijen Kejaksaan dan penguatan kerjasama lintas-lembaga sangat diperlukan. Namun, proses ini menghadapi berbagai tantangan, seperti kendala teknis, keterbatasan sumber daya, serta kebutuhan akan peningkatan koordinasi lintas lembaga. Rekomendasi penelitian ini meliputi peningkatan kapasitas intelijen kejaksaan melalui pelatihan, optimalisasi teknologi, serta penguatan kerja sama dengan lembaga penegak hukum lainnya dalam rangka meningkatkan efektivitas pelacakan dan penangkapan DPO korupsi.
Copyrights © 2024