Tujuan utama dari artikel ini adalah untuk menganalisis dan mengulas literatur yang relevan dengan pengaruh media sosial terhadap regulasi emosi remaja pada masa transisi yang dilihat dari sisi positif dan negatifnya dengan ulasan total 10 jurnal yang terdiri atas 7 jurnal nasional dan 3 jurnal internasional. Kehidupan remaja saat ini memiliki kaitan yang dekat dengan kebiasaan menggunakan media sosial yang menawarkan berbagai fitur dan kemudahan akses. Platform seperti Facebook, Instagram, TikTok dan X memungkinkan remaja berkomunikasi, berkreasi, membentuk komunitas online, dan membangun hubungan dengan teman sebayanya. Namun budaya penggunaan media sosial di kalangan remaja memberikan dampak negatif yang signifikan. terutama terhadap regulasi emosi. Kecanduan media sosial dapat menimbulkan fenomena seperti cyberbullying, ujaran kebencian, dan takut atau cemas akan kemungkinan ketinggalan sesuatu yang dapat berdampak pada gangguan kecemasan, penurunan produktivitas, bahkan gejala depresi. Algoritme media sosial yang mendorong keterlibatan pengguna memperburuk situasi ini, menciptakan siklus emosi negatif yang sulit untuk dilepaskan. Kurangnya dukungan sosial dari orang tua dan lingkungan masyarakat semakin memperparah kondisi ini, sehingga remaja sulit menggunakan media sosial secara sehat. Artikel ini dibuat untuk mengeksplorasi dampak budaya media sosial terhadap emosi remaja dan peran penting lingkungan dalam membantu remaja menghadapi emosi mereka dengan lebih positif.
Copyrights © 2024