Artikel ini membahas peran filsafat ilmu dalam meningkatkan kompetensi multikultural konselor di Indonesia yang menghadapi keberagaman budaya, suku, agama, dan nilai sosial. Sebagai landasan ilmiah, filsafat ilmu memberikan wawasan kritis dan reflektif kepada konselor untuk memahami hakikat manusia, komunikasi, dan nilai budaya dalam layanan konseling. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, mendalami teori dan pendapat ahli dari berbagai sumber seperti buku dan jurnal. Kompetensi multikultural konselor meliputi kesadaran budaya, pengetahuan tentang perbedaan budaya, dan keterampilan menghadapi keberagaman menjadi kunci mendukung perkembangan optimal konseli. Artikel ini juga menyoroti tantangan konselor, seperti kecenderungan encapsulation budaya, serta pentingnya keterampilan berbasis budaya untuk memastikan layanan konseling yang inklusif dan efektif. Filsafat ilmu berfungsi sebagai kerangka kerja esensial dalam membangun konseling multikultural yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat Indonesia yang pluralistik.
Copyrights © 2024