Industri pengolahan pisang di Indonesia menghadapi tantangan besar terkait umur simpan yang relatif singkat, yaitu sekitar 21 hingga 31 hari dan berisiko cepat membusuk. Untuk memperpanjang umur simpan sekaligus meningkatkan nilai ekonomisnya dilakukan dengan mengolahnya menjadi produk keripik pisang. Namun, home industri Keripik Pisang Bu Ratna di Desa Sumberdadi menghadapi masalah dalam aspek branding, kemasan, dan pemasaran yang berdampak pada rendahnya daya tarik produk di pasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara guna mengidentifikasi permasalahan dan merumuskan solusi yang tepat. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembaharuan inovasi logo, desain kemasan, dan pemasaran lewat media sosial khususnya Instagram, terbukti efektif memperluas jangkauan pasar dan menarik minat konsumen. Tujuan penelitian ini adalah memberikan panduan strategis bagi pelaku industri rumahan khususnya pada home industri Bu Ratna agar bisa memperkuat branding dan pemasaran keripik pisang sehingga dapat meningkatkan penjualan dan memperkuat posisi produk dipasar yang kompetitif.
Copyrights © 2024