Beton merupakan bahan kontruksi yang sangat umum digunakan saat membangun sebuah bangunan. Beton memiliki banyak keuntungan, termasuk kekuatan tekannya dan ketahanan terhadap suhu tinggi. Namun, karena sifatnya yang getas dan kuat teriknya yang rendah, keretakan mudah terjadi, retakan ini dapat menyebabkan masuknya zat-zat agresif terutama dilingkungan lembab. Untuk mengatasi keretakan, beton, timbul sebuah inovasi yaitu self haeling concrete diamana, mengandung bahan tambahan bakteri pada beton. Bakteri yang digunakan yaitu escherchia coli. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki perbandingan metode pelapisan beton dengan suspensi agen bakteri e.coli terhadap sifat hydrophobic dan self healing. Studi jenis eksperimen ini menggunakan variabel bebas adalah metode yang digunakan dalam pembuatan beton self healing dan hidrofobik yaitu metode campur dan metode coating (oles). Variabel kontrol dalam penelitian ini yaitu konsentrasi penggunaan bakteri E.coli 103 sel/ml dan temperatur yang digunakan 60⁰ C. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu, struktur Kristal analisis XRD. Dari hasil analisis menggunakan alat XRD dan FTIR menunjukkan bahwa kudua metode memiliki chemical formula yang sama yaitu SiO2, CaCO3 dan Al2O3. Akan tetapi score chemical formula yang berbeda.
Copyrights © 2024