Era teknologi digital telah mengubah pola komunikasi dalam keluarga secara signifikan. Meskipun memungkinkan interaksi yang lebih cepat dan mudah, ketergantungan berlebihan pada teknologi dapat memengaruhi kedekatan emosional dan mengurangi kualitas interaksi langsung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur dari sumber terpercaya untuk mengeksplorasi perubahan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun teknologi digital mempermudah komunikasi, penggunaannya yang berlebihan dapat mengurangi intensitas komunikasi tatap muka dan mendorong pola interaksi yang lebih individualistik dalam keluarga.Untuk mengatasi tantangan ini, beberapa solusi praktis diusulkan, seperti menciptakan zona dan waktu bebas teknologi di rumah, mengadakan diskusi keluarga secara rutin, serta memanfaatkan aplikasi digital untuk koordinasi kegiatan keluarga. Selain itu, edukasi literasi digital bagi orang tua dan anak sangat penting untuk membimbing penggunaan teknologi secara bijak. Strategi ini bertujuan menjaga keseimbangan antara penggunaan teknologi dan interaksi langsung, sehingga komunikasi keluarga tetap harmonis di era digital.
Copyrights © 2025