Studi ini menyelidiki efektivitas manajemen bencana oleh Korps Marinir Indonesia, dengan menekankan kerentanan Indonesia terhadap bencana alam seperti banjir, gempa bumi, dan tsunami, yang menempatkan negara ini pada peringkat ke-37 dalam Indeks Risiko Dunia 2019. Penelitian ini mengidentifikasi tantangan utama, termasuk koordinasi yang tidak memadai dengan para pemangku kepentingan manajemen bencana, kesiapan peralatan yang tidak memadai, dan kurangnya sumber daya manusia yang sangat terlatih, yang semuanya menghambat respons bencana yang efektif. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, studi ini mengevaluasi dampak kesiapan komunikasi, kesiapan peralatan, dan kesiapan sumber daya manusia terhadap efektivitas manajemen bencana, menggunakan data yang dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan perangkat lunak SPSS. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa faktor-faktor ini secara kolektif berkontribusi terhadap 70,3% efektivitas dalam operasi tanggap bencana, yang menyoroti kebutuhan kritis untuk meningkatkan koordinasi, meningkatkan peralatan, dan pelatihan yang lebih komprehensif untuk memperkuat kemampuan manajemen bencana Korps Marinir.
Copyrights © 2025