Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Culturally Responsive Teaching (CRT) di SD 02 Supriyadi Semarang. Pendekatan CRT merupakan metode pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya relevan dalam proses belajar-mengajar untuk menciptakan pembelajaran yang inklusif dan bermakna. Penelitian dilakukan pada siswa kelas 2B dengan materi Bahasa Indonesia tentang tempat umum. Metode penelitian dalam artikel ini berupa pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi secara langsung, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CRT meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat pemahaman budaya lokal, dan menumbuhkan keterampilan sosial melalui kerja sama. Terdapat tantangan dalam melakukan implementasi pendekatan CRT yaitu pemahaman guru dan pemaksimalan dukungan sekolah dalam memfasilitasi pembelajaran.
Copyrights © 2025